Rabu, 24 Juli 2013

0 Blog Ini telah dialihkan

Jumat, 19 Februari 2010

0 Mengenal Hikmah Dari Satu Kejadian

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Ya Allah jadikanlah setiap langkah apapun yang kami tempuh agar selalu menuju ridho-MU dan jadikanlah kami orang yang pandai melihat karunia-MU agar kami pandai bersyukur atas apa-apa yang telah Engkau berikan, amin

Allah menjanjikan pertolongan dalam kesulitan, menjanjikan dekat dengan orang sabar, dan menjanjikan kebaikan dibalik setiap kesulitan hidup,

artinya kita harus siap menghadapi dinamika hidup yang akan terjadi, yang kadang terasa manis dan terkadang terasa pahit,

akan terasa berat hidup ini jikalau kita hanya terfokus pada kejadian, dan keinginan kita saja, tapi akan terasa ringan dan lebar hati ini jikalau kita bisa merenungi hikmah dibalik suatu kejadian

kalau kita berdagang dan mengalami kerugian, mungkin secara materi kita kehilangan banyak uang dan hati ini akan merasa sakit, tapi kalau sudah terungkap hikmah di balik kejadian tersebut tak jarang kita malah akan bersyukur, karena mungkin uang inilah yang akan membuat kita tergelincir dalam hidup

ketika akan bepergian dan tidak jadi karena bis yang akan ditumpanginya telah berangkat, mungkin pada saat itu kita akan ngedumel dan marah, tetapi akan mengucapkan syukur ketika terungkap hikmah dari kejadian tersebut, karena ternyata bis yang akan kita tumpangi tadi mendapat kecelakaan

banyak sekali kejadian yang awalnya kita merasa marah dan menyesal, tetapi setelah kita tahu hikmah dibalik suatu kejadian, justru kita malah bersyukur,

seakan ada dinding tebal yang menghalangi kita dari megenal hikmah dari suatu kejadian

sahabat, bagaimana mungkin kita mampu bersabar dan mampu mengenal hikmah dari satu kejadian dalam episode hidup ini, jikalau kita tidak punya keyakinan kuat terhadap Allah,

apalagi relung hati kita masih diisi dengan indahnya pernak pernik dunia ini, karena biasanya hati yang yang seperti ini akan sulit menembus dinding hikmah dibalik suatu kejadian,

disebabkan penilainnya hanya selalu berdasarkan penilaian dunia semata,

berbeda dengan hati yang menganggap kesuksesan dan keuntungan hidup itu tidak hanya dipandang dari sisi dunia saja, tapi lebih luas lagi yaitu mencari nilai dan ridho disisi Allah

biasanya orang seperti itu akan lebih mampu mengendalikan dirinya ketika kesulitan hidup melanda, karena apapun kejadian yang menimpa dirinya yakin bahwa semua itu tidak akan pernah sia-sia, karena hakekatnya Allah jugalah yang telah menciptkan kejadian tersebut, insya Allah

sahabat, semoga kita semua dapat belajar dari setiap kejadian yang menimpa diri kita atau permasalahan hidup yang sedang kita alami menjadi jalan agar mampu melatih hati ini agar bisa menembus dinidng hikmah dibalik suatu kejadian dan bisa mengenal Allah lebih dekat lagi, amin

semoga bermanfaat

0 Hukum Seputar Darah Wanita: Darah Nifas

Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah
Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar

Waktu persalinan adalah salah satu momen paling mendebarkan bagi seorang wanita. Karena momen ini merupakan bagian dari jihad teragung kaum wanita. Di mana seorang wanita yang meninggal saat melahirkan bahkan termasuk golongan manusia yang mati syahid (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Setelah momen ini, seorang wanita akan memulai babak baru kehidupannya menjadi seorang ibu yang mempunyai kewajiban mendidik buah hatinya. Dan sebaik-baik pendidikan untuk anak adalah dengan pendidikan agama.


Ternyata, momen penting ini pun tak lepas dari perhatian syariat karena pada saat persalinan seorang wanita akan mengeluarkan darah nifas. Sebagaimana haid dan istihadhah, darah nifas termasuk jenis darah yang biasa terjadi pada wanita. Oleh karena itu, para muslimah hendaknya mengetahui hukum-hukum seputar darah nifas.



Apakah Darah Nifas itu??
Nifas adalah darah yang keluar dari rahim karena melahirkan. Baik darah itu keluar bersamaan ketika proses melahirkan, sesudah atau sebelum melahirkan, yang disertai dengan dirasakannya tanda-tanda akan melahirkan, seperti rasa sakit, dll. Rasa sakit yang dimaksud adalah rasa sakit yang kemudian diikuti dengan kelahiran. Jika darah yang keluar tidak disertai rasa sakit, atau disertai rasa sakit tapi tidak diikuti dengan proses kelahiran bayi, maka itu bukan darah nifas.

Selain itu, darah yang keluar dari rahim baru disebut dengan nifas jika wanita tersebut melahirkan bayi yang sudah berbentuk manusia. Jika seorang wanita mengalami keguguran dan ketika dikeluarkan janinnya belum berwujud manusia, maka darah yang keluar itu bukan darah nifas. Darah tersebut dihukumi sebagai darah penyakit (istihadhah) yang tidak menghalangi dari shalat, puasa dan ibadah lainnya.

Perlu ukhty ketahui bahwa waktu tersingkat janin berwujud manusia adalah delapan puluh hari dimulai dari hari pertama hamil. Dan sebagian pendapat mengatakan sembilan puluh hari.

Sebagaimana hadits dari Ibnu Mas’ud sradhiyallahu ‘anhu , bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan kepada kami, dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang benar dan yang mendapat berita yang benar, “Sesungguhnya seseorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, kemudian menjadi ‘alaqah seperti itu pula, kemudian menjadi mudhghah seperti itu pula. Kemudian seorang malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan kepadanya untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut Ibnu Taimiyah, “Manakala seorang wanita mendapati darah yang disertai rasa sakit sebelum masa (minimal) itu, maka tidak dianggap sebagai nifas. Namun jika sesudah masa minimal, maka ia tidak shalat dan puasa. Kemudian apabila sesudah kelahiran ternyata tidak sesuai dengan kenyataan (bayi belum berbentuk manusia-pen) maka ia segera kembali mengerjakan kewajiban. Tetapi kalau ternyata demikian (bayi sudah berbentuk manusia-pen), tetap berlaku hukum menurut kenyataan sehingga tidak perlu kembali mengerjakan kewajiban.” (kitab Syarhul Iqna’)

Secara ringkas dapat disimpulkan beberapa hal untuk mengenali darah nifas:

Nifas adalah darah yang keluar dari rahim disebabkan melahirkan, baik sebelum, bersamaan atau sesudah melahirkan
Disertai dengan tanda-tanda akan melahirkan (seperti rasa sakit, dll) yang diikuti dengan proses kelahiran
Bayi yang dilahirkan/ dikeluarkan sudah berbentuk manusia (terdapat kepala, badan dan anggota tubuh lain seperti tangan dan kaki, meskipun belum sempurna benar)
Lama Keluarnya Darah Nifas
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dalam Risalah fid Dima’ Ath-Thabi’iyah lin Nisa mengatakan bahwa ulama berbeda pendapat tentang apakah nifas itu ada batas minimal dan maksimalnya.

Adapun Syaikh ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al Khalafi di dalam Al Wajiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz mengatakan bahwa nifas ada batas maksimalnya, yaitu empat puluh hari. Pendapat beliau berdasarkan hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata, “Kaum wanita yang nifas tidak shalat pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama empat puluh hari.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi. Hadits hasan shahih). Waktu empat puluh hari dihitung sejak keluarnya darah, baik darahnya itu keluar bersamaan, sebelum atau sesudah melahirkan.

Pendapat yang kuat, insyaa Allah, pada dasarnya tidak ada batasan minimal atau maksimal lama waktu nifas. Waktu empat puluh hari adalah kebiasaan sebagian besar kaum wanita. Akan tetapi apabila sebelum empat puluh hari wanita tersebut telah suci, maka ia wajib mandi dan melakukan ibadah wajibnya lagi.

Mengenai banyaknya darah, juga tidak ada batasan sedikit atau banyaknya. Selama darah nifas masih keluar maka sang wanita belum wajib mandi (bersuci).

Secara ringkas, ada beberapa kondisi wanita yang sedang nifas:

Darah nifas berhenti keluar sebelum 40 hari dan tidak keluar lagi setelah itu. Maka sang wanita wajib mandi (bersuci) dan kemudian melakukan ibadah wajibnya lagi, seperti shalat dan puasa, dll.
Darah nifas berhenti keluar sebelum 40 hari, akan tetapi kemudian darah keluar lagi sebelum hari ke-40. Maka, jika darah berhenti ia mandi (bersuci) untuk shalat dan puasa. Jika darah keluar, ia harus meninggalkan shalat dan puasa. Akan tetapi, bila berhentinya darah kurang dari sehari, maka tidak dihukumi suci.
Darah nifas terus keluar dan baru berhenti setelah hari ke-40. Maka sang wanita harus mandi (bersuci).
Darah terus keluar hingga melebihi waktu 40 hari. Ada beberapa kondisi:
Darah nifas berhenti dilanjutkan keluarnya darah haid (berhentinya darah nifas bertepatan waktu haid), maka sang wanita tetap meninggalkan shalat dan puasa. Darah yang keluar setelah 40 hari dihukumi sebagai darah haid. Sang wanita baru wajib mandi (bersuci) setelah darah haid tidak keluar lagi.
Darah tetap keluar setelah 40 hari dan tidak bertepatan dengan kebiasaan masa haid, ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Menurut ulama yang berpendapat bahwa lama maksimal nifas adalah 40 hari, menilai darah yang keluar setelah 40 hari sebagai darah fasadh (penyakit) yang statusnya adalah sebagaimana istihadhah. Sedangkan menurut ulama yang berpendapat bahwa tidak ada batasan minimal dan maksimal lama nifas, mereka menilai darah yang keluar setelah 40 hari tetap sebagai darah nifas. Pendapat inilah yang lebih kuat, insya Allah.
Akan tetapi, jika ingin berhati-hati, setelah 40 hari dinilai suci. Sehingga sang wanita bersuci untuk melaksanakan shalat dan puasa, meski darah tetap keluar. Akan tetapi hal ini tidak berlaku pada 2 keadaan:

Ada tanda bahwa darah akan berhenti/ makin sedikit. Maka sang wanita menunggu darah berhenti keluar, baru kemudian mandi (bersuci)
Ada kebiasaan dari kelahiran sebelumnya, maka itu yang dipakai. Misal, sang wanita telah mengalami beberapa kali nifas yang lamanya 50 hari. Maka batasan ini yang dipakai.
Hal-hal yang Diharamkan bagi Wanita yang Nifas
Para ulama telah bersepakat bahwa wanita yang sedang nifas diharamkan melakukan apa saja yang diharamkan bagi wanita yang haid. Antara lain,

Sholat.
Wanita yang haid dan nifas haram melakukan shalat fardhu maupun sunnah, dan mereka tidak perlu menggantinya apabila suci. (Ibnu Hazm di dalam kitabnya al-Muhalla)
Puasa.
Wanita yang sedang nifas tidak boleh melakukan puasa wajib maupun sunnah. Akan tetapi ia wajib mengqadha puasa wajib yang ia tinggalkan pada masa nifas. Berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Ketika kami mengalami haid, kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat.” (Muttafaq ‘alaih)
Thawaf.
Wanita haid dan nifas diharamkan melakukan thawaf keliling ka’bah, baik yang wajib maupun sunnah, dan tidah sah thawafnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Lakukanlah apa yang dilakukan jamaah haji, hanya saja jangan melakukan thawaf di ka’bah sampai kamu suci.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jima’.
(lihat sub judul “Hukum Suami yang Bercampur dengan Istri yang sedang Nifas”)
Tidak boleh diceraikan.
Diharamkan bagi suami menceraikan istrinya yang sedang haid atau nifas. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (dengan wajar).” (Qs. ath-Thalaq: 1)

Sabtu, 06 Februari 2010

0 JANGAN MENGHINA TUHAN ORANG LAIN & BENCI DENGAN MEREKA

As.saudaraku yang seiman realita yang ada pada umat islam sekarang sering sekali ketika datang hari2 besar agama lain kita selalu menghina sembahan mereka, padahal Allah melarang kita menghina sembahan orang lain allah berfirman:

"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.
QS. al-An'am (6) : 108

Saudaraku dari ayat di atas dapat kita simpulkan jadi wajar kalau islam sering diusik oleh orang lain, itu terjadi karna ulah umat islam itu sediri.

Saudarku Kenapa Umat islam Menghina Tuhan orang lain??
~karna umat islam merasa dirinya paling suci,padahal allah melarangkita menganggap diri kita paling suci allah berfirman:

(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
QS. an-Najm (53) : 32

Dari ayat di atas jelas bahwa allah tidak pernah mengajurkan kita untuk meremehkan orang lain atau pun orang yang berbeda keyakinan dengan kita.

~Karna umat islam tidak siap menerima perbedaan, sebagai mana firman allah:

sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat,
QS. adz-Dzariyat (51) : 8

Saudaraku yakinlah tidak ada sesuatu yang di dunia ini sama, bayangkan kalau di dunia ini orangnya kaya semua??? maka itulah allah menciptakan segala sesuatu itu berpasang2an atau berbeda2 ada siang ada malam bahkan syari'at dan kiblat pun kita berbeda sebagaiman firman allah:

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. al-Baqarah (2) : 148

Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus.
QS. al-Hajj (22) : 67

Saudaraku yuk kita hilangkan penyakit dengki pada diri kita yang membuat hati kita menjadi kotor sehingga kita merasa paling suci, sombong,buruk sangka dengan orang lain apa lagi dengan orang yang beda agama dengan kita merekan berbuat baik(membantu orang lain) saja kita selalu menganggap mereka ada misi pemurtadan sedangkan kita umat islam tidak pernah mau memberi atau membantu orang islam apalagi dengan orang berbeda agamanya dengan kita padahal nabi kita diperintahkan oleh allah membantu orang yang musyrik yang mintak pertolongan dengannya agar ia dapat mendengar ayat2 allah karna sebenarnya mereka itu orang yang tidak mengetahui sebagaimana firman allah:

Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.
QS. at-Taubah (9) : 6

___________________________________________________________
Saudaraku jadikan ini sebagai evaluasi kita Semoga bermanfaat...........!!!!!!

0 pesan dari alquran

apa kabar pejuang tauhid, semoga selalu dalam lindungan dan curahan rahmat Allah swt. meilhat pemurtadan ada dimana-mana, baik yang terang terangan dan yang tersembunyi adalah tugas kita untuk membentengi diri, keluarga, sahabat, dan saudara-saudari kita muslim.
Kadang kita, banyak dari kita enggan atau merasa tidak perlu untuk menyampaikan islam kepada non muslim dengan alasan bahwa lakum dinikum waliadin (Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku). Tapi sebenarnya ada pesan dari Alquran yang menyuruh kita berdakwah kepada non muslim

Allah berfirman
QS Ali Imron 19-20
19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

20. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi*: "Apakah kamu (mau) masuk Islam." Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Bahwa Allah hanya meridhai agama islam, dan ini berarti bahwa agama apapun selain islam maka akan ditolak dan tidak diterima oleh Allah. Dan dalam hal berdakwa ini tugas kita hanya menyampaikan kebenaran bahwa islam adalah agama yang benar dan Allah swt adalah tuhan yang benar dan tiada sekutu bagi nya, dan urusan mereka mau atau tidak untuk meyakini islam itu adalah haknya Allah swt, dan selaku muslim yang mengamal kan ajaran Alquran tugas kita adalah menyampaikan kepada mereka.

Kemudian keterangan dilanjutkan pada QS Ali Imron 64
64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."

Pada ayat ini juga kita juga diajarkan untuk menyampaikan/mengatakan/berdakwah kepada mereka (ahli kiab) bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

Dalam Alquran juga dikatakan bahwa
QS Al Ashr 1-3. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Ayat diatas menagtakan bahwa kita semua dalam kerugian, kerugian di dunia maupun kerugian di akhirat kecuali jika kita beramal saleh dan nasehat menasehati, saling memperingatkan, dalam hal menaati kebenaran dan kesabaran. Jika dilihat dari sudut pandang QS Ali imron 19 diatas bahwa hanya islam agama yang benar dan diridhoi oleh oleh Allah maka ini berarti selain islam adalah kesesatan nah dalam hali ini kita di perintahkan oleh Alquran untuk saling menasehati dalam menaati kebenaran dan kesabaran.

Dan bagaimana dengan lakum dinukum waliadin. Untukmu agamamu dan untukku agamaku bukanlah merupakan suatu halangan untuk menyampaikan islam. Dan aneh nya lagi ayat ini sering digunakan para non islam terutama Kristen selalu mengandalkan ayat ini untuk menghentikan dakwah umat muslim. Lakum dinukum waliadin merupakan sebuah toleransi umat muslim untuk non muslim disegi ibadah. Ini dapat dilihat dari asbabunnuzul dari surah Al kafirun yaitu ketika kafir Quraish mengajak nabi Muhammad untuk menyembah apa yang disembah oleh mereka. Muhammad kami tidak akan menyakiti mu dan umat mu jika kalian muslim menyembah apa yang kami sembah dan pada waktu yang lain kami juga akan menyembah tuhanmu, maka turunlah ayat dari surah Al-kafirun ini. Ayat ini merupakan toleransi dalam menjalankan ibadah dan bukan merupakan penghalang bagi mulim untuk mendakwa kan islam pada non muslim, jadi sampaikanlah walau satu ayat semisal qul huwallahu ahad.

saudara-saudariku, kadang kita merasa jengkel, geram dan marah melihat ulah mereka (non muslim) yang kerjaannya menghujat islam, tapi selkau muslim yang baik tak lah elok kita mengikuti cara mereka dalam menyampaikan. Alquran mengajarkan

QS An Nahl 125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

0 Mitos Valentine Day

14 Februari, adalah tanggal yang telah lekat dengan kehidupan muda-mudi kita. Hari yang lazim disebut Valentine Day ini, konon adalah momen berbagi, mencurahkan segenap kasih sayang kepada “pasangan”-nya masing-masing dengan memberi hadiah berupa coklat, permen, mawar, dan lainnya. Seakan tak terkecuali, remaja Islam pun turut larut dalam ritus tahunan ini, meski tak pernah tahu bagaimana akar sejarah perayaan ini bermula.

Sesungguhnya Allah Subahanahu wa Ta’ala telah memilih Islam sebagai agama bagi kita, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ اْلإِسْلاَمُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali ‘Imran: 19)

Allah Subahanahu wa Ta’ala juga menyatakan bahwa Dia tidak menerima dari seorang pun agama selain Islam. Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran: 85)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لاَ يَسْمَعُ بِي يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tidak ada seorangpun yang mendengar tentang aku, baik dia Yahudi atau Nasrani, lalu dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan risalah yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.”

Semua agama yang ada di masa ini selain Islam adalah agama yang batil. Tidak bisa menjadi (jalan) pendekatan kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala. Bahkan bagi seorang hamba, agama-agama itu tidaklah menambah kecuali kejauhan dari-Nya, sesuai dengan kesesatan yang ada padanya.

Telah lama, tersebar suatu fenomena –yang menyedihkan– di kalangan banyak pemuda-pemudi Islam. Fenomena ini merupakan bentuk nyata sikap taqlid (membebek) terhadap kaum Nasrani, yaitu Hari Kasih Sayang (Valentine Day). Berikut ini secara ringkas akan dipaparkan asal-muasal perayaan tersebut, perkembangannya, tujuan serta bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapinya.

Asal Muasal

Perayaan ini termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam. Perayaan ini merupakan ungkapan dalam agama paganis Romawi kecintaan terhadap sesembahan mereka.

Perayaan ini memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus –pendiri kota Roma– disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu. Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan. Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai. Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati, karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.

Apa Hubungan St. Valentine dengan Perayaan Ini?

Versi I: Disebutkan bahwa St. Valentine adalah seorang yang mati di Roma ketika disiksa oleh Kaisar Claudius sekitar tahun 296 M. Di tempat terbunuhnya di Roma, dibangun sebuah gereja pada tahun 350 M untuk mengenangnya.

Ketika bangsa Romawi memeluk Nasrani, mereka tetap memperingati Hari Kasih Sayang. Hanya saja mereka mengubahnya dari makna kecintaan kepada sesembahan mereka, kepada pemahaman lain yang mereka istilahkan sebagai martir kasih sayang, yakni St. Valentine, sang penyeru kasih sayang dan perdamaian, yang –menurut mereka– mati syahid pada jalan itu.

Di antara aqidah batil mereka pada hari tersebut, dituliskan nama-nama pemudi yang memasuki usia nikah pada selembar kertas kecil, lalu diletakkan pada talam di atas lemari buku. Lalu diundanglah para pemuda yang ingin menikah untuk mengambil salah satu kertas itu. Kemudian sang pemuda akan menemani si wanita pemilik nama yang tertulis di kertas (yang diambilnya) selama setahun. Keduanya saling menguji perilaku masing-masing, baru kemudian mereka menikah. Bila tidak cocok, mereka mengulangi hal yang serupa tahun mendatang.

Para pemuka agama Nasrani menentang sikap membebek ini, dan menganggapnya sebagai perusak akhlak para pemuda dan pemudi. Maka perayaan ini pun dilarang di Italia. Dan tidak diketahui kapan perayaan ini dihidupkan kembali.

Versi II: Bangsa Romawi di masa paganis dahulu merayakan sebuah hari raya yang disebut hari raya Lupercalia1. Ini adalah hari raya yang sama seperti pada kisah versi I di atas. Pada hari itu, mereka mempersembahkan qurban bagi sesembahan mereka selain Allah Subahanahu wa Ta’ala. Mereka meyakini bahwa berhala-berhala itu mampu menjaga mereka dari keburukan dan menjaga binatang gembalaan mereka dari serigala.

Ketika bangsa Romawi memeluk agama Nasrani, dan Kaisar Claudius II berkuasa pada abad ketiga, dia melarang tentaranya menikah. Karena menikah akan menyibukkan mereka dari peperangan yang mereka jalani. Maka St. Valentine menentang peraturan ini, dan dia menikahkan tentara secara diam-diam. Kaisar lalu mengetahuinya dan memenjarakannya, sebelum kemudian dia dihukum mati.

Versi III: Kaisar Claudius II adalah penyembah berhala, sedangkan Valentine adalah penyeru agama Nasrani. Sang Kaisar berusaha mengeluarkannya dari agama Nasrani dan mengembalikannya kepada agama paganis Romawi. Namun Valentine tetap teguh memeluk agama Nasrani, dan dia dibunuh karenanya pada 14 Februari 270 M, malam hari raya paganis Romawi: Lupercalia.

Ketika bangsa Romawi memeluk Nasrani, mereka tetap melakukan perayaan paganis Lupercalia, hanya saja mereka mengaitkannya dengan hari terbunuhnya Valentine untuk mengenangnya.

Syi’ar Perayaan Hari Kasih Sayang

1. Menampakkan kegembiraan dan kesenangan.

2. Saling memberi mawar merah, sebagai ungkapan cinta, yang dalam budaya Romawi paganis merupakan bentuk cinta kepada sesembahan kepada selain Allah Subahanahu wa Ta’ala.

3. Menyebarkan kartu ucapan selamat hari raya tersebut. Pada sebagiannya terdapat gambar Cupid, seorang anak kecil dengan dua sayap membawa busur dan panah. Cupid adalah dewa cinta erotis dalam mitologi Romawi paganis. Maha Tinggi Allah dari kedustaan dan kesyirikan mereka dengan ketinggian yang besar.

4. Saling memberi ucapan kasih sayang, rindu, dan cinta dalam kartu ucapan yang saling mereka kirim.

5. Di banyak negeri Nasrani diadakan perayaan pada siang hari, dilanjutkan begadang sambil berdansa, bercampur baur lelaki dan perempuan.

Beberapa versi kisah yang disebutkan seputar perayaan ini dan simbolnya, St. Valentine, bisa memberikan pencerahan kepada orang berakal. Terlebih lagi seorang muslim yang mentauhidkan Allah Subahanahu wa Ta’ala. Pemaparan di atas menjelaskan hakikat perayaan ini kepada kaum muslimin yang tidak tahu dan tertipu, kemudian ikut merayakannya. Mereka hakikatnya meniru umat Nasrani yang sesat, dan mengambil segala yang datang dari Barat, Nasrani, lagi atheis.

Renungan

Barangsiapa yang membaca kisah yang telah disebutkan seputar perayaan paganis ini, akan jelas baginya hal-hal berikut:

1. Asalnya adalah aqidah paganis (penyembahan berhala) kaum Romawi, untuk mengungkapkan rasa cinta kepada berhala yang mereka ibadahi selain Allah Subahanahu wa Ta’ala. Barangsiapa yang merayakannya, berarti dia merayakan momen pengagungan dan penyembahan berhala. Padahal Allah Subahanahu wa Ta’ala telah mengingatkan kita dari perbuatan syirik:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. بَلِ اللهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: ‘Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur’.” (Az-Zumar: 65-66)

Allah Subahanahu wa Ta’ala juga menyatakan melalui lisan ‘Isa ‘alaihissalam:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun.” (Al-Ma`idah: 72)

Dan seorang muslim wajib berhati-hati dari syirik dan segala yang akan mengantarkan kepada syirik.

2. Awal mula perayaan ini di kalangan bangsa Romawi paganis terkait dengan kisah dan khurafat yang tidak bisa diterima akal sehat, apalagi akal seorang muslim yang beriman kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala dan para rasul-Nya.

Pada satu versi, disebutkan bahwa seekor serigala betina menyusui Romulus pendiri kota Roma, sehingga memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Ini menyelisihi aqidah seorang muslim, bahwa yang memberikan kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran hanyalah Allah Subahanahu wa Ta’ala, Dzat Maha Pencipta, bukan air susu serigala. Dalam versi lain, pada perayaan itu kaum Romawi paganis mempersembahkan qurban untuk berhala sesembahan mereka, dengan keyakinan bahwa berhala-berhala itu mampu mencegah terjadinya keburukan dari mereka dan mampu melindungi binatang gembalaan mereka dari serigala. Padahal, akal yang sehat mengetahui bahwa berhala tidaklah dapat menimpakan kemudaratan, tidak pula bisa memberikan suatu kemanfaatan.

Bagaimana mungkin seorang berakal mau ikut merayakan perayaan seperti ini? Terlebih lagi seorang muslim yang Allah Subahanahu wa Ta’ala telah menganugerahkan agama yang sempurna dan aqidah yang lurus ini kepadanya.

3. Di antara syi’ar jelek perayaan ini adalah menyembelih anjing dan domba betina, lalu darahnya dilumurkan kepada dua orang pemuda, kemudian darah itu dicuci dengan susu, dst. Orang yang berfitrah lurus tentu akan menjauh dari hal yang seperti ini. Akal yang sehat pun tidak bisa menerimanya.

4. Keterkaitan St. Valentine dengan perayaan ini diperselisihkan, juga dalam hal sebab dan kisahnya. Bahkan, sebagian literatur meragukannya dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak pernah terjadi. Sehingga pantas bagi kaum Nasrani untuk tidak mengakui perayaan paganis ini yang mereka tiru dari bangsa Romawi paganis. Terlebih lagi keterkaitan perayaan ini dengan salah satu santo (orang-orang suci dalam khazanah Nasrani, ed.) mereka, masih diragukan. Bila merayakannya teranggap sebagai aib bagi kaum Nasrani, yang telah mengganti-ganti agama mereka dan mengubah kitab mereka, tentu lebih tercela bila seorang muslim yang ikut merayakannya. Dan bila benar bahwa perayaan ini terkait dengan terbunuhnya St. Valentine karena mempertahankan agama Nasrani, maka apa hubungan kaum muslimin dengan St. Valentine?

5. Para pemuka Nasrani telah menentang perayaan ini karena timbulnya kerusakan akhlak pemuda dan pemudi akibat perayaan ini, maka dilaranglah perayaan ini di Italia, pusat Katholik. Lalu perayaan ini muncul kembali dan tersebar di Eropa. Dari sanalah menular ke negeri kaum muslimin. Bila pemuka Nasrani –pada masa mereka– mengingkari perayaan ini, maka wajib bagi para ulama kaum muslimin untuk menerangkan hakikatnya dan hukum merayakannya. Sebagaimana wajib bagi kaum muslimin yang awam untuk mengingkari dan tidak menerimanya, sekaligus mengingkari orang yang ikut merayakannya atau menularkannya kepada kaum muslimin.

Mengapa Kaum Muslimin Tidak Boleh Merayakannya?

Sebagian kaum muslimin yang ikut merayakannya mengatakan bahwa Islam juga mengajak kepada kecintaan dan kedamaian. Dan Hari Kasih Sayang adalah saat yang tepat untuk menyebarkan rasa cinta di antara kaum muslimin. Sehingga, apa yang menghalangi untuk merayakannya?

Jawaban terhadap pernyataan ini dari beberapa sisi:

1. Hari raya dalam Islam adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala. Hari raya merupakan salah satu syi’ar agama yang agung. Sedangkan dalam Islam, tidak ada hari raya kecuali hari Jum’at, Idul Fithri, dan Idul Adh-ha. Perkara ibadah harus ada dalilnya. Tidak bisa seseorang membuat hari raya sendiri, yang tidak disyariatkan oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berdasarkan hal ini, perayaan Hari Kasih Sayang ataupun selainnya yang diada-adakan, adalah perbuatan mengada-adakan (bid’ah) dalam agama, menambahi syariat, dan bentuk koreksi terhadap Allah Subahanahu wa Ta’ala, Dzat yang telah menetapkan syariat.

2. Perayaan Hari Kasih Sayang merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) bangsa Romawi paganis, juga menyerupai kaum Nasrani yang meniru mereka, padahal ini tidak termasuk (amalan) agama mereka.

Ketika seorang muslim dilarang menyerupai kaum Nasrani dalam hal yang memang termasuk agama mereka, maka bagaimana dengan hal-hal yang mereka ada-adakan dan mereka menirunya dari para penyembah berhala?

Seorang muslim dilarang menyerupai orang-orang kafir –baik penyembah berhala ataupun ahli kitab– baik dalam hal aqidah dan ibadah, maupun dalam adat yang menjadi kebiasaan, akhlak, dan perilaku mereka. Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Ali ‘Imran: 105)

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)? Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al-Hadid: 16)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad, 3/50, dan Abu Dawud, no. 5021)

Tasyabbuh (menyerupai) orang kafir dalam perkara agama mereka di antaranya adalah Hari Kasih Sayang– lebih berbahaya daripada menyerupai mereka dalam hal pakaian, adat, atau perilaku. Karena agama mereka tidak lepas dari tiga hal: yang diada-adakan, atau yang telah diubah, atau yang telah dihapuskan hukumnya (dengan datangnya Islam). Sehingga, tidak ada sesuatupun dari agama mereka yang bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala.

3. Tujuan perayaan Hari Kasih Sayang pada masa ini adalah menyebarkan kasih sayang di antara manusia seluruhnya, tanpa membedakan antara orang yang beriman dengan orang kafir. Hal ini menyelisihi agama Islam. Hak orang kafir yang harus ditunaikan kaum muslimin adalah bersikap adil dan tidak mendzaliminya. Dia juga berhak mendapatkan sikap baik –bila masih punya hubungan silaturahim– dengan syarat: tidak memerangi atau membantu memerangi kaum muslimin. Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman:

لاَ يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah: 8)

Bersikap adil dan baik terhadap orang kafir tidaklah berkonsekuensi mencintai dan berkasih sayang dengan mereka. Allah Subahanahu wa Ta’ala bahkan memerintahkan untuk tidak berkasih sayang dengan orang kafir dalam firman-Nya:

لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Al-Mujadilah: 22)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t berkata: “Sikap tasyabbuh akan melahirkan sikap kasih sayang, cinta dan loyalitas di dalam batin. Sebagaimana kecintaan yang ada di batin akan melahirkan sikap menyerupai.” (Al-Iqtidha`, 1/490)

4. Kasih sayang yang dimaksud dalam perayaan ini semenjak dihidupkan oleh kaum Nasrani adalah cinta, rindu, dan kasmaran, di luar hubungan pernikahan. Buahnya, tersebarnya zina dan kekejian, yang karenanya pemuka agama Nasrani pada waktu itu menentang dan melarangnya.

Kebanyakan pemuda muslimin merayakannya karena menuruti syahwat, dan bukan karena keyakinan khurafat sebagaimana bangsa Romawi dan kaum Nasrani. Namun hal ini tetaplah tidak bisa menafikan adanya sikap tasyabbuh (menyerupai) orang kafir dalam salah satu perkara agama mereka. Selain itu, seorang muslim tidak diperbolehkan menjalin hubungan cinta dengan seorang wanita yang tidak halal baginya, yang merupakan pintu menuju zina.

Sikap yang Seharusnya Ditempuh Seorang Muslim

1. Tidak ikut merayakannya, menyertai orang yang merayakannya, atau menghadirinya.

2. Tidak membantu/mendukung orang kafir dalam perayaan mereka, dengan memberikan hadiah, menyediakan peralatan untuk perayaan itu atau syi’ar-syi’arnya, atau meminjaminya.

3. Tidak membantu kaum muslimin yang ikut-ikutan merayakannya. Bahkan ia wajib mengingkari mereka, karena kaum muslimin yang merayakan hari raya orang kafir adalah perbuatan mungkar yang harus diingkari.

Dari sini, kaum muslimin tidak boleh pula menjual bingkisan (pernak-pernik) bertema Hari Kasih Sayang, baik pakaian tertentu, mawar merah, kartu ucapan selamat, atau lainnya. Karena memperjualbelikannya termasuk membantu kemungkaran. Sebagaimana juga tidak boleh bagi orang yang diberi hadiah Hari Kasih Sayang untuk menerimanya. Karena, menerimanya mengandung makna persetujuan terhadap perayaan ini.

4. Tidak memberikan ucapan selamat Hari Kasih Sayang, karena hari itu bukanlah hari raya kaum muslimin. Dan bila seorang muslim diberi ucapan selamat Hari Kasih Sayang, maka dia tidak boleh membalasnya.

5. Menjelaskan hakikat perayaan ini dan hari-hari raya orang kafir yang semisalnya, kepada kaum muslimin yang tertipu dengannya.

(Diringkas dari makalah ‘Idul Hubb, Qishshatuhu, Sya’airuhu, Hukmuhu, karya Ibrahim bin Muhammad Al-Haqil)

1 Adalah upacara ritual kesuburan yang dipersembahkan kepada Lupercus (dewa kesuburan, dewa padang rumput, dan pelindung ternak) dan Faunus (dewa alam dan pemberi wahyu). Pada tahun 494 M, Dewan Gereja di bawah pimpinan Paus Gelasius I mengubah ritual tersebut menjadi perayaan purifikasi (penyucian diri). Dua tahun kemudian, Paus Gelasius I mengubah tanggal perayaan, dari tanggal 15 menjadi 14 Februari. (red)

Jumat, 27 November 2009

1 Kisah Sebuah Jam
















Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetik paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?”

“Ha?”, kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”

“Baiklah, bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?” Tanya si pembuat jam.


“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

“Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?” tanya si pembuat jam.

“Dalam satu jam harus berdetik 3.600 kali? Banyak sekali itu” jam masih ragu dengan kemampuan dirinya.

"Oke, bagaimana kalau 60 kali saja dalam satu menit ?” tanya si pembuat jam.

“60 kali dalam satu menit ?ehhm.... bisa ga ya...” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam dengan penuh kesabaran kemudian berkata lagi kepada si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetik satu kali setiap detik?”

“Oh, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh semangat.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetik satu kali setiap detik.

Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetik tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetik sebanyak 31.104.000 kali.

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang kita anggap mustahil untuk dilakukan sekalipun.

Begitupun dengan ibadah. Kita ambil contoh sederhana.. Kalau saja kita istiqomah menjalankan ibadah puasa senin kamis , dalam satu minggu kita telah menyisipkan dua hari untuk bekal kita di akhirat kelak. Kita kalikan 11 bulan, hasilnya 88 hari kita telah berpuasa. Angka yg cukup fantastis pabila dilakukan sekaligus…

Bagaimana?
Semoga Allah menguatkan kita..........

0 Berbaik Sangkalah

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Ya Allah lindungilah setiap langkah yang akan menjerat kami kedalam jurang yang hina, walau dengan jalan pahit yang harus kami tempuh,

karena kami yakin bahwa hidup didunia ini hanya sebentar dan sementara, masih ada kehidupan abadi yang akan kami hadapi nanti,

sahabat, hampir tidak ada seorangpun yang ingin hidupnya menderita, atau selalu dalam keterpurukan, semuanya ingin berjalan baik dan sukses didunia maupun diakherat kelak


tetapi banyak kenyataan hidup yang kita tampuh ini adalah jalan terjal yang akrab dengan kerikil tajam dan menusuk kaki,

walau dalam alur dan cerita yang berbeda, tetapi hampir dapat dipastikan semuanya itu pernah kita rasakan,

kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, hanya saja kita selalu berusaha yang terbaik untuk meraih yang terbaik, hanya itu....

kadang kita terbentur dengan situasi dan kondisi yang sulit untuk dihindari, semua harus dijalani walau dalam gelap dan banyak jalan yang berliku,

berbaik sangkalah terhadap semua ketentuan Allah, jangan pernah kita menghakimi bahwa tuhan tidak adil dengan kehidupan kita,

karena kita tidak pernah tahu apa hikmah dibalik semua kejadian yang menimpa diri kita ini,

pertahankanlah sikap berbaik sangka terhadap ketentuan Allah ini sekuat tenaga, karena walaupun kita berburuk sangka, semua itu tidak akan pernah dapat merubah ketentuanNYA

saya pernah bertanya pada diri sendiri disaat keterpurukan datang "kapan semua ini berakhir...??? sampai kapan saya harus menjalani hidup yang seperti ini ...??"

waktu itu tidak terpikir jalan keluar sedikitpun, tapi toh nyatanya sekarang sudah berubah, dan diganti dengan permasalahan baru yang jauh lebih berat,

yakinlah semua dipergilirkan, seperti siang dan malam,

jangan sampai karena situasi yang berat ini membuat hati kita lemah dan bahkan mempengaruhi akidah kita,

hanya Allah yang tahu apa yang terbaik untuk kita, kita hanya menjalani proses dan berusaha memberikan yang terbaik dalam proses tersebut,

sahabat, semoga Allah membimbing hati kita agar selalu baik sangka kepada Allah, amiin


semoga bermanfaat

Kamis, 26 November 2009

0 Semangkuk Bakmi Panas

Pada malam itu Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan

, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata, “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” “Ya, tetapi, aku tidak membawa uang.” jawab Ana dengan malu-malu “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu.” jawab si pemilik kedai, “Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”. Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Ada apa, nona?” tanya si pemilik kedai. “Tidak apa-apa. Aku hanya terharu.” jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi!, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri.” katanya kepada pemilik kedai. Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.” Ana terhenyak mendengar hal tersebut.

“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.” Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah: “Ana, kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya. Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga), khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

RENUNGAN:
BAGAIMANA PUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA. SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA, TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.
PIKIRKANLAH HAL ITU. APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?
HAI ANAK-ANAK, TAATI DAN HORMATILAH ORANG TUAMU DALAM KESEHARIANMU, KARENA ITULAH HAL YANG TERINDAH DI MATA TUHAN


Wassalam....

Sabtu, 31 Oktober 2009

0 Al Qur'an sangat akrab dengan sain dan teknologi

Bismillaahirrohmaanirroohiim


Al Qur'an sangat akrab dengan sain dan teknologi , orang yang mempunyai pengetahuan IPTEK luas akan terperangah jika mau membaca Qur'an dengan menggunakan akal dan hati nuraninya.Namun sayang banyak juga orang yang menguasai IPTEK yang menutup hati nuraninya sehingga tidak paham dengan Qur'an walaupun kebenaran ayat Qur'an yang berkaitan dengan IPTEK sudah jelas.

Salah satu yang menarik saya adalah firman Allah dalam surat Al Hadiid ayat 25"..dan kami ciptakan besi padanya ada kekuatan yang dahsyat...". Bagi orang yang hidup dizaman Rasulullah kekuatan besi itu mungkin hanya digunakan sebagai pedang, tombak, tameng ataupun panah. Mereka tidak paham jika besi itu bisa mengapung dilaut jadi kapal yang besar, atau terbang diangkasa sebagai pesawat terbang.

Sekarang IPTEK membuktikan bahwa didalam besi itu memang ada kekuatan yang dahsyat. Dengan kekuatan medan magnitnya besi membangkitkan tenaga listrik diseluruh dunia dengan daya jutaan megawat. Motor listrik yg memproduksi berbagai produk kebutuhan manusia di pabrik pabrik digerakan dengan tenaga listrik itu. Malam hari seluruh tempat dan bangunan didunia ini diterangi oleh lampu yang menggunakan energi listrik. Nyaris dunia modern akan lumpuh tanpa energi listrik yang sebagian besarnya diproduksi oleh medan magnit dari besi yang dahsyat itu. Inilah salah satu contoh kebenaraan ayat Qur'an yang mengatakan bahwa pada besi itu ada kekuatan yang dahsyat.Kekuatan yang dahsyat itu belum bisa dipahami oleh orang dizaman Rasululllah.

Orang yang menguasai IPTEK dan mau membaca dan membuka hatinya untuk memahami Qur'an akan banyak menemui ayat Qur'an seperti pembahasan ayat tentang besi diatas.
IPTEK sangat membantu kita untuk memahami dan mengagumi kebenaran Al-Qur'an.

Disini sya akan menambahkan sesuatu yang tidak banyak diketahui oleh pembaca.

Inti Bumi, 4000 mil dibawah permukaan terbentuk dari Besi dan Nikel. Ukurannya kira-kira 2-3 kali ukuran Bulan. Inti ini dikelilingi cairan panas Besi yang berputar mengelilinginya, sehingga tercipta "geodinamo" yang dahsyat. Terbentuklah medan elektromagnet Bumi. Namun yang luar biasa, ia juga menciptakan SABUK VAN ALLEN - perisai energi yang sangat kuat dan sangat tebal hingga ketinggian 6000 km diatas Bumi - melindungi penduduk Bumi dari serangan badai kosmis, meteorit dan solar flares atau "ledakkan energi Matahari."

Tahukah sobat "ledakan energi Matahari" bila sampai ke Bumi, sama saja kita dihujani ribuan bom atom dalam waktu bersamaan. Akibatnya, diperkirakan setengah dari penduduk Bumi musnah seketika. Belum kalau kita berbicara badai kosmis, yang tiap hari bisa terjadi. Bisa dibayangkan?

Dengan demikian fungsi SABUK VAN ALLEN adalah melindungi kita semua penduduk Bumi, hingga kita bisa hidup aman dan nyaman. Ini semua karena ada Besi dan Nikel sebagai Inti Bumi. Itu sebabnya, salah satu alasan, mengapa BESI dijadikan salah satu judul surat dalam al Qur'an - karena vital dalam konteks membangun peradaban manusia di Bumi. Alasan lain yang lebih umum, untuk menunjukkan kebesaran Allah swt dan kebenaran al Qur'an.

Allah swt telah menciptakan atmosfir Bumi dan SABUK VAN ALLEN untuk kepentingan hidup kita semua. Jika tidak ada keduanya, bisa dipastikan tidak akan ada kehidupan di Bumi.

Nah, sekarang kita tahu mengapa al Hadiid dipilih oleh Allah swt sebagai salah satu judul surat dalam Al Qur'an.


catatan dari seorang sahabat

Sabtu, 24 Oktober 2009

0 Mimpi Hasan Bashri

SUATU ketika antara Hasan Bashri dan Ibnu Sirin muncul perasaan sentimen. Keduanya tak mau saling menyapa. Setiap kali mendengar orang lain menyambut nama Ibnu Sirin, Hasan Bashri merasataksuka. "Jangan sebut nama orang yang berjalan dengan lagak sombong itu di hadapanku," ujarnya.

Suatu malam Hasan Bashri bermimpi, seolah-olah sedang bertelanjang di kandang binatang sambil membuat sebatang tongkat. Pagi hari ketika bangun, ia merasa bingung dengan mimpinya itu. Tiba-tiba ia ingat bahwa Ibnu Sirin yang kurang ia sukai, pandai menafsirkan mimpi.

Merasa malu dan gengsi bertemu sendiri, ia meminta tolong seorang teman dekatnya untuk menemui Ibnu Sirin. "Temui Ibnu Sirin, dan ceritakan mimpiku ini seakan-akan kamu sendiri yang mengalami," pesannya.



Teman dekat Hasan Bashri itu segera menemui Ibnu Sirin. Begitu selesai menceritakan isi mimpi tersebut, Ibnu Sirin langsung berkata, "Bilang pada orang yang mengalami mimpi iniJangan menanyakannya kepada orang yang berjalan dengan lagak sombong. Kalau berani suruh iadatang sendiri kemari."

Mendengar laporan yang disampaikan temannya ini, Hasan Bashri kesal. la bingung, dan merasatertantang. Setelah berpikirsejenak, akhirnya ia memutuskan untuk bertemu langsung dengan Ibnu Sirin. la tidak peduli dengan rasa malu atau gengsinya.

"Antarkan aku ke sana," katanya. Begitu melihat kedatangan Hasan Bashri, Ibnu Sirin menyambutnyadengan baik. Setelah saling mengucap salam dan berjabat tangan, masing- masing lalu mengambil tempat duduk yang agak berjauhan.

"Sudahlah, kita tidak usah berbasa-basi. Langsung saja! Aku bingung memikirkan dan menafsirkan mimpiku," kata Hasan Bashri. Lalu, ia menuturkan sekilas tentang mimpinya.



"Jangan bingung," kata Ibnu Sirin. "Telanjang dalam mimpimu itu adalah Ketelanjangan dunia. Artinya Anda sama sekali tidak bergantung padanya karena Anda memang zuhud. Kandang binatang adalah lambang dunia yang fana itu sendiri. Anda telah melihat dengan jelas . keadaan yang sebenarnya. Sedangkan sebatang tongkat yang Anda buat itu adalah lambang hikmah yang Anda katakan, dan mendatangkan manfaat bagi banyak orang."

Sesaat Hasan Bashri terkesima. la kagum pada kehebatan Ibnu Sirin sebagai ahli penafsir mimpi, dan percaya sekali pada penjelasannya.

"Tetapi bagaimana Anda tahu kalau aku yang mengalami mimpi itu?"tanya Hasan Bashri. "Ketika temanmu menceritakan mimpi tersebut kepadaku, aku berpikir menurutku hanya engkau yangpantas mengalaminya," jawab lbnuSirin.


Sumber : Wafyat AI-A'yan, AI-Shafadi

Jumat, 23 Oktober 2009

0 Berikut Beberapa Kiat Agar Kita Mudah Bertahajjud

MENJAGA MAKAN
Harus disadari bahwa siapapun yang bisa bertahajjud, berarti mendapat siraman rahmat, taufik dan hidayah dari Alloh. Tanpa pertolongan-Nya tidak mungkin bisa bangun malam untuk ruku’ dan sujud kepada Alloh. Kewajiban manusiawi anak adam adalah berusaha menjemput rahmat, taufik dan hidayah Alloh. Diantaranya dengan cara menjaga makan.

Berusahalah memenuhi lambung dengan makan dan minum secukupnya. Hindari makan dan minum yang berlebihan. Perut dipenuhi dengan makanan dan minuman di sepanjang siang hari dan apalagi sampai malam. Meskipun dengan makanan dan minuman yang halal sekalipun. Rosululloh SAW memberi tuntunan tentang cara makan. Perimbangan isi perut adalah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk udara (kosong). Itulah cara makan yang paling sehat. Dunia medispun membuktikan bahwa perut yang terlalu penuh memang tidak menyehatkan. Justru bisa menjadi sumber penyakit.

Dalam konteks ibadah, maka perut yang kenyang akan menyebabkan orang menjadi malas untuk beribadah. Jangankan untuk bertahajjud, untuk ibadah sholat wajib lima waktu, dimana kita dalam keadaan terjaga, pasti merasakan berat. Tabiat dasar manusia seperti ini. Bila pemenuhan kebutuhan jasmani terlalu dominan, maka kebutuhan ruhani dengan sendirinya akan terkalahkan. Benarlah apa yang disampaikan Hasan r.a. Ia berkata, “Barangsiapa diberi kekuatan oleh Alloh untuk menjalankan ketaatan kepada-Nya, maka ia tidak makan berlebihan. Dan barangsiapa yang mampu menjaga perutnya, maka ia akan mampu menjaga ketaatan kepada Alloh SWT.”

Dalam sebuah riwayat dikisahkan tentang pertemuan Nabi Zakariya dengan iblis. Dari pertemuan itu Nabi Zakariya menjadi tahu, bahwa salah satu tipu daya iblis untuk menghalangi manusia dari bertahajjud adalah mendorong manusia agar makan dan minum sampai kenyang. Karena apabila perut kenyang dengan sendirinya akan malas untuk bangun malam.

Tsabit al Bannak r.a berkata, “Sesungguhnya iblis ( semoga laknat Alloh ditimpakan kepadanya) menampakkan diri kepada Yahya bin Zakariya dan pada dirinya terdapat gantungan”. Yahya berkata, “Apa gantungan ini?” Iblis menjawab, “Ini adalah syahwat yang telah kugantungkan pada diri setiap anak cucu adam”. Yahya berkata, “Apakah kamu berkenan memberitahukan kepadaku penangkalnya?” Iblis menjawab, “Ya, kamu merasakan kenyang di malam hari sehingga kamu merasa berat untuk melaksanakan sholat dan berzikir.”

Ada dialog menarik antara Muhammad bin Sirrin dengan orang yang mendatanginya. Orang itu bermaksud belajar kepada Muhammad bin Sirrin tentang kiat agar dimudahkan melaksanakan ibadah sholat tahajjud. Ketika orang itu bertemu dengan Muhammad bin Sirrin, ia berkata, “Ajarkan kepadaku ibadah dan sholat malam.” Ibnu Sirrin bertanya kepadanya, “Beritahukan kepadaku tentang dirimu, bagaimana kamu makan?” Ia menjawab, “Aku makan sampai merasa kenyang.” Ibnu Sirrin berkata, “Itu adalah cara makannya binatang.” Ibnu Sirrin bertanya kembali, “Bagaimana kamu minum.?” Orang itu menjawab, “Aku minum sampai merasa puas.” Ibnu Sirrin berkata, “Itu adalah minumnya binatang ternak.” Kemudian Muhammad Sirrin berkata kepada orang tersebut, “Pergilah kamu dan belajarlah (terlebih dahulu) tentang cara bagaimana makan dan minum. Kemudian datanglah kembali kesini untuk belajar tentang ibadah kepadaku.”

Tentang menjaga dari kenyang, ibadah dan akhlak diri, kita bisa merenungi ucapan Ibrahim bin Adham. Beliau berkata,” Barangsiapa menjaga perutnya, maka ia menjaga agamanya. Barangsiapa menjaga rasa lapar, maka ia akan memiliki akhlak yang baik. Sesungguhnya kemaksiatan kepada Alloh itu jauh dari orang-orang yang perutnya lapar.”

MENJAGA KETAATAN DI SIANG HARI
Kemampuan untuk bangun malam, juga dipengaruhi akhlak diri di siang hari. Jika ingin dimudahkan bangun malam, maka disepanjang siang hari harus mampu menjaga akhlak diri. Hindari dari banyak bermaksiat kepada Alloh serta dari mendzalimi diri sendiri. Juga penting agar tidak mendzalimi orang lain. Meskipun hanya dengan sekedar gerak hati dan pikiran seperti prasangka, menggunjing berdusta dan sejenisnya.

Orang-orang yang menjaga akhlak di siang hari, berarti mengkondisikan diri untuk mudah bangun bertahajjud di malam hari. Seseorang bertanya kepada Hasan al Basri, “Saya ingin bangun malam, tapi sampai sekarang tidak bisa” Hasan al Basri berkata,” Taatlah kepada Tuhanmu pada siang hari, niscaya kamu dapat bangun pada malam hari.”

Dari penjelasan Hasan al Basri kita menjadi tahu, bahwa akhlak di siang hari menentukan akhlak kita di malam hari. Kalaupun kita tidak bisa sepenuhnya menjaga diri dari bermaksiat maka perbanyaklah istighfar kepada Alloh menjelang tidur. Sedangkan kedzaliman kepada sesama, inilah yang paling harus di jaga. Sebab catatan kesalahan kepada sesama (dosa), tidak bisa dihapus sebelum minta maaf kepada orang yang kita salahi.

JANGAN HABISKAN SELURUH ENERGI
Bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga bernilai ibadah di hadapan Alloh. Bahkan orang yang lelah setelah pulang bekerja, maka tidurnya merupakan ampunan bagi dirinya. Islam melarang keras bermalas-malasan. Sampai-sampai Rosululloh SAW berpesan agar kita memerangi rasa malas.

Sungguhpun begitu, jangan lupa dengan kalimat bijak ini bahwa sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik. Demikian pula dengan aktivitas kerja. Jika berlebihan berdampak tidak baik pula. Karena itu selama siang hari jangan sampai kita menguras seluruh energi yang kita miliki sedemikian rupa. Kemudian saat memasuki malam tidak ada lagi tenaga yang tersisa. Jika demikian, maka bagaimana mungkin bisa bangun malam mendirikan sholat tahajjud?

Berhati-hatilah dari bekerja berlebihan di siang hari. Ingat pesan Rosululloh SAW. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Alloh sangat membenci orang yang bekerja terlalu berat, orang yang banyak makan, orang yang sering membuat kegaduhan di pasar, bangkai pada malam hari (tidur sepanjang malam), keledai disiang hari (bekerja tanpa tujuan ibadah), dan orang yang menguasai urusan dunia tetapi tidak mengenal (bodoh) urusan akhirat.” (HR. Ibnu Hibban dan al Baihaqi).

TIDUR SEBENTAR DI SIANG HARI
Sepertinya agak aneh jika ada seruan untuk tidur sebentar di siang hari. Bukankah siang hari merupakan saat dimana manusia harus produktif di dunia kerja. Pandangan seperti itu, rasanya mulai harus dikaji ulang. Beberapa perusahaan di Eropa justru mulai menyediakan ruangan khusus bagi karyawannya untuk melakukan tidur siang sebentar. Hasilnya adalah produktivitas karyawan rata-rata mengalami peningkatan cukup signifikan.

Sejumlah peneliti Amerika Serikat melakukan eksperimen dengan menempatkan beberapa sukarelawan di tempat yang tertutup selama beberapa hari sehingga mereka tidak mengenal siang dan malam. Pada akhir eksperimen tampak bahwa para sukarelawan itu memiliki kecenderungan untuk tidur pada dua masa yang utama. Pertama pada masa yang panjang, yaitu tidur pada malam hari. Kedua, pada masa yang singkat yaitu pada masa setelah tengah hari.

Para peneliti itupun bertanya keheranan, “Mengapa ada kecenderungan tidur siang yang singkat ini?” Mereka kemudian mencoba menggali manfaat tidur siang sebentar. Hasilnya adalah ternyata tidur siang sebentar sangat berguna. Yaitu menjadikan seseorang lebih bugar, lebih bersemangat dan lebih bergairah.

Para peneliti yang lain di Yunani setelah melakukan penelitian beberapa tahun tentang tidur siang sebentar, sampai pada kesimpulan, “Tidur 30 menit setelah dhuhur mengurangi penyumbatan pembuluh darah sampai 30 %.”
Para ahli merekomendasi tidur siang antara 30 90 menit. Jika kurang atau lebih dari waktu itu faedahnya berkurang.

Saudaraku, penemuan para peneliti itu tidak lain, selain dari membuktikan kebenaran sabda Rosulloh SAW. Beliau menganjurkan kepada ummatnya. Kata Beliau“ Tidurlah sebentar pada siang hari karena setan tidak melakukannya.” (HR. Abu Naim dalam tarikh Ashhaban). Mulai sekarang pikirkan untuk tidur siang sebentar agar lebih bugar saat bertahajjud di waktu malam.

KIAT RUHANIYAH
Sallamah Muhammad Abu al Kamal memberi beberapa kiat ruhaniyah agar mudah bangun malam:
1. Selalu meningkatkan keimanan
2. Membersihkan hati dari dengki
3. Selalu menanamkan rasa takut dalam hati akan panasnya api neraka
4. Selalu mengingat keutamaan sholat malam
5. Mengingat kenikmatan bermunajad kepada Alloh di keheningan malam
6. Membayangkan tidur di dalam kubur.
7. Tidak sering berangan-angan
8. Mengingat-ngingat akhirat, kematian dan kehidupan setelah kematian.

Wallohu a’lam bisshowab.

Hamba ALLAH...

Selasa, 20 Oktober 2009

0 Cemas...

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Ya Allah yang telah memberikan kepada kami sebuah hati, terimakasih ya Robb, karena dengan hati ini kami bisa lebih merasakan semua karunia yang Engkau ciptakan,

hal yang sangat manusiawi apabila seseorang merasakan cemas, mungkin karena menghawtirkan sesuatu yang tidak diharapkan terjadi dalam hidupnya,

yang jadi masalah adalah ketika rasa cemas itu terlalu berlebihan dan sudah mengganggu ketenangan jiwa

biasanya hal ini akan sangat mengganggu aktifitas, karena apabila hati ini sedang berbalut dengan rasa cemas, maka kondisi kitapun tidak akan stabil

kuncinya adalah seberapa tinggi keyakinan dan ketergantungan kita terhadapap ketentuan Allah, atau berbaik sangka terhadap apa yang akan Allah perbuat untuk kita,

karena apapun yang terjadi dengan diri ini, semuanya Allah yang menentukan

apabila kita mempunyai keyakinan yang kuat bahwa apapun yang terjadi dalam hidup ini adalah yang terbaik menurut Allah bukan menurut ukuran manusia,

insya Allah hal ini biasanya mampu mengurangi rasa cemas yang ada di hati

tapi sekali lagi yang harus di ingatkan "sesuatu yang baik menurut Allah"
bukan menurut ukuran manusia

yang terkadang datangnya ke kita itu bisa dalam bentuk apa saja, bahkan mungkin dalam bentuk musibah, kita tidak akan pernah tahu itu..

semoga dengan selalu berbaik sangka terhadap ketentuan Allah, kita bisa lebih mengendalikan hati ini, insya Allah.

semoga bermanfaat

Minggu, 18 Oktober 2009

0 Cinta......abadi

Detik-detik Rasulullah SAW menghadapi sakaratul maut. Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu,
Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertaqwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan Sunnahku.

Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup.

Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,"

kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman

kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan."Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

0 Rasul dan Pengemis Yahudi Buta

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila,
dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".

Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan".

Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja".

"Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a.

"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?".

Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.
 

Powered by Mas NiCko